WARGA DUSUN PATUNG GELAR SUROAN DI PENDOPO / AREA MAKAM (PUNDEN) MBAH SENTONOREJO DUSUN PATUNG DESA PUNGGING
GEREBEK.COM Pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 mulai jam 19.15 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Pendopo / Area Makam (Punden) Mbah Sentonorejo Dusun Patung Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto ada kegiatan SUROAN memperingati Tahun Baru Islam 1447 H. yang digelar oleh warga Dusun Patung.
Warga Dusun Patung Desa Pungging menggelar tradisi SUROAN untuk memperingati Tahun Baru Islam 1447 H. Tradisi pada malam hari ini adalah menggelar selamatan (kenduri), do'a bersama, ceramah agama oleh Kyai BODHO beserta Group Sholawat dari Dusun Ploso Desa Bangun Kecamatan Pungging, untuk memohon keselamatan dan keberkahan di Tahun Baru Islam. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur dan do'a bersama untuk keselamatan serta menjaga warisan leluhur, dan juga untuk mendo'akan para leluhur dan ahli kubur Dusun Patung semoga amal baktinya waktu hidup di dunia diterima dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, aamiin.
Tujuan menggelar SUROAN ini adalah untuk mempererat silaturahmi, agar warga tetap Guyub Rukun dan kemakmuran warga Dusun Patung semakin merata.
Dalam ceramahnya, Kyai BODHO yang intinya beliau menyampaikan: "Bulan SURO itu kata Orang Jawa adalah Mitos, itu berarti Nyi RORO KIDUL mantu. Makanya pada Bulan SURO Orang Jawa tidak berani menggelar hajatan mantu, karena kawatir berbarengan Nyi RORO KUDUL mantu. Pada hal di sejarah Islam yang paling keramat itu di Bulan SURO. Contohnya: Nabi Adam ketemu Ibu Hawa di malam 10 SURO, Nabi Yunus keluar dari perut Ikan PAUS itu juga di malam 10 Suro , makanya malam ini di Bulan SURO warga Dusun Patung Desa Pungging Ruwat Dusun Patung, semoga dijauhkan dari Poncoboyo (marabahaya), Allahumma aamiin. Semoga lantaran Mbah Sentonorejo, semoga warga Dusun Patung selalu dilindungi Allah SWT, Allahumma aamiin. Semua warga Dusun Patung meruwat diri sendiri, meruwat keluarganya dan meruwat dusunnya, semoga aman terkendali, Allahumma aamiin. Saya dan panjenengan itu kalau mati (meninggal dunia) yang kita bawa itu cuma 3 (tiga) perkara yaitu: Shodaqoh (sedekah), Ilmu yang manfaat, dan meninggalkan Anak Sholeh. Berarti saya dan panjenengan (anda) yang pertama Shodaqoh (jariyah) yang jowo (loman/loyal). Saya yakin semua yang hadir disini adalah Orang Jawa (Jowo), cuma banyak Orang Jawa (Jowo) tidak begitu Jawa (Jowo). Untuk itu marilah kita berbuat yang Jowo (loman), karena orang kalau loman (Jowo/Loyal) itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia (banyak teman), dekat dengan Surga dan dijauhkan dari Neraka. Sebaliknya orang yang Medhit (kikir) jauh dari Allah, jauh dari manusia (tidak banyak teman), jauh dari Surga, dan dekat dengan Neraka."
Sekaligus menutup acara dengan Do'a yang dipimpin oleh Kyai BODHO , selesai Do'a dilanjut Ramah Tamah kenduri bersama untuk menikmati nasi tumpeng dan lauk pauk, buah-buahan, jajan pasar yang sudah disiapkan oleh warga Dusun Patung, dan air mineral yang sudah disiapkan oleh Panitia. Warga Dusun Patung yang hadir juga di suguhi hiburan oleh Group Sholawat dari Dusun Ploso Desa Bangun yang menampilkan penyanyi religi (penembang sholawat) yang cantik dengan suara merdunya yang di dampingi oleh Kyai BODHO.
Pelaksanaan kegiatan SUROAN di Pendopo / Area Makam (Punden) Mbah Sentonorejo Dusun Patung Desa Pungging berjalan tertib, lancar dan aman. (B.Pwk.)