GEREBEK: news GiatSulukAjiNusantaradiPendopoKantorKecPacet
Tampilkan postingan dengan label news GiatSulukAjiNusantaradiPendopoKantorKecPacet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news GiatSulukAjiNusantaradiPendopoKantorKecPacet. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2025

Dr. H. MUHAMMAD AL BARRA, Lc.,M.Hum. (BUPATI MOJOKERTO)  HADIRI KEGIATAN "SULUK AJI NUSANTARA" DI PENDOPO KANTOR KECAMATAN PACET

Dr. H. MUHAMMAD AL BARRA, Lc.,M.Hum. (BUPATI MOJOKERTO) HADIRI KEGIATAN "SULUK AJI NUSANTARA" DI PENDOPO KANTOR KECAMATAN PACET

Dr. H. MUHAMMMAD AL BARRA, Lc.,M.Hum. (BUPATI MOJOKERTO) HADIRI KEGIATAN "SULUK AJI NUSANTARA" DI PENDOPO KANTOR KECAMATAN PACET

GEREBEK.COM                           Pada hari Sabtu 8 Maret 2025 mulai jam 20.30 sampai dengan 23.30 WIB. bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Pacet ada kegiatan "SULUK AJI NUSANTARA" yang dipandegani oleh Drs. Kartiwi bersama puluhan Tokoh Pejuang Budayawan dan LSM yang dihadiri oleh BUPATI Mojokerto.

Hadir dalam kegiatan antara lain:
1. Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc.,M.Hum. (BUPATI Mojokerto).
2. Norman Handhito, S.I.P.,M.Si. (Kepala DISBUDPORAPAR Kabupaten Mojokerto).
3. Aprianto, S.E.,M.M. (CAMAT Pacet).

4. Beberapa ASN (Protokol) Kabupaten Mojokerto.

5. Drs. KARTIWI (Ketua "SULUK AJI NUSANTARA").
6. MACHRADJI MACHFUD (Penceramah Agama).

7. Tokoh Budayawan dari Yogyakarta (Bopo Nur Ibrahim, Dr. Gaga, dan Mas Toni).

8. Para Pejuang Budayawan dan LSM.

9. Ki Bambang (Pemain Rebab Senar Satu / RESTU Produk "SULUK AJI NUSANTARA").
10. Tamu undangan.

Sambutan BUPATI Mojokerto (Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc.,M.Hum.) yang intinya beliau menyampaikan: "Mari kita bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. karena pada malam hari ini kita semua dapat hadir dalam rangka rutinan "SULUK AJI NUSANTARA" dengan tema Makna Ramadhan Dari Masa ke Masa. Semoga kehadiran kita pada malam hari ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. yang mana hanya kepada beliaulah kita mengharapkan syafaatnya kelak di Yaumul Qiyamah. Bapak Ibu yang saya hormati, pada kesempatan yang berbahagia ini ijinkan saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. juga dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya mewakili Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengapresiasi acara rutinan "SULUK AJI NUSANTARA", ini tidak berlebihan kalau kemudian saya menamakan panjenengan (kalian) semua sebagai Pejuang Budayawan, karena panjenengan konsisten untuk menjaga budaya-budaya bangsa yang selama ini hampir luntur dikarenakan masuknya budaya- budaya asing di Era Globalisasi ini, apa lagi kemudian di Era Digital, kita bisa mengakses dengan sangat mudah segala hal yang berkaitan dengan apapun, termasuk berkaitan dengan budaya baik itu yang dekat dengan kita ataupun sampai yang jauh disana bisa dikatakan terkait dengan Perang Budaya. Suatu saat ini akan terjadi Perang Budaya, dimana penjajahan itu tidak lagi penjajahan yang berkontak fisik perang terus bom-boman, karena barat menyadari betul bahwasannya peperangan itu akan menghabiskan banyak Energi, Materi, Nyawa, dan kerugian biaya yang dikeluarkan cukup besar. Maka oleh karena itu model penjajahan itu diganti sedemikian rupa, antara lain adalah penjajahan budaya, sehingga kemudian kita sebagai anak bangsa sudah tidak lagi mengenal jati diri kita sebagai jati diri bangsa. Dan memang kunci sukses penjajahan (Kolonialisme) pada masa Belanda itu antara lain adalah mengaburkan sejarah bangsa, sehingga penjajahan selama 350 tahun itu polemik, ada yang omong (mengatakan) kita ini tidak dijajah 350 tahun, karena kalau diartikan penjajajan secara fisik, secara kontak senjata, itu tidak terjadi selama itu, karena penjajahan diawal -awal penjajahan mereka datang ke Indonesia itu sebagai Saudagar atau Pedagang. Kemudian seiring barjalannya waktu mereka asyik dan meyakini untuk pembiayaan perang yang menghabiskan banyak uang, maka mereka harus punya uang untuk membiayai peperangan mereka. Maka akhirnya digantilah model penjajahan itu yaitu menguasai Sumber Daya Alam, belum ditemukannya Cadangan Minyak Bumi di abad-abad  17 - 18. Jadi penjajahannya modelnya  pada waktu itu ya rempah-rempah, biji kopi, tebu dan lain sebagainya, karena nilainya sangat tinggi. Apa yang mereka lakukan adalah: Pertama, mengaburkan sejarah bangsa, sehingga kemudian anak turun kita itu tidak tahu jati diri bangsanya. Mereka tidak tahu kalau pada waktu itu pada abad-abad 13 - 14 pernah menjadi Negara Adi Kuasa, yang mana Kekuasaan atau Teritorial Negara dalam kekuasaan Majapahit itu meliputi Singapura, Thailand dan sebagainya. itulah kenapa kemudian penjajahan budaya itu terus berlangsung hingga sampai saat ini, dan hampir-hampir anak-anak kita sekarang tidak mengetahui jati diri bangsanya. Dan panjenengan semua disini merawat (uri-uri) budaya, menghidup-hidupkan budaya, agar kemudian anak-anak kita masih mengetahui bagaimana budaya kita, jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Bapak Ibu yang kami hormati, pada kesempatan yang berbahagia ini, tema kita adalah Makna Ramadhan Dari Masa ke Masa. Saya ingin menyampaikan esensi (inti) dari pada puasa ini adalah agar kemudian kita menjadi pribadi- pribadi yang bertaqwa. Diterangkan dalam Al-Qur'an: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu semua berpuasa seperti halnya diwajibkan umat-umat sebelum kamu, agar supaya kalian semua menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa. Jadi ibadah puasa itu tidak diperintahkan mulai dari masa Nabi Muhammad diutus, tetapi ibadah puasa itu sejak dulu-dulunya sebelum Nabi Muhammad, itu sudah diperintahkan kepada Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad. Oleh karena itu, kenapa? Karena puasa itu adalah mencetak, membuat kita semua menjadi pribadi yang bertaqwa. Maka Makna Ramadhan dari Masa ke Masa, Makna Puasa dari Masa ke Masa, dari masa sebelum Nabi Muhammad diutus, sampai kemudian Nabi Muhammad diutus, adalah agar kita semua menjadi pribadi yang bertaqwa. Bertaqwa itu apa ? Bertaqwa itu adalah makna yang paling sederhana menjalankan segala perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangannya. Ketika kita menjadi pribadi-pribadi seperti yang digambarkan, seperti yang disampaikan, insyaallah kita semua yang hadir disini benar-benar menjadi pribadi-pribadi yang kemudian bisa memberikan manfaat baik kepada diri kita, orang yang ada disekitar kita, dan kepada seluruh umat manusia. Maka oleh karena itu Bapak Ibu yang saya hormati, pada kesempatan yang berbahagia ini, kami ucapkan terima kasih atas undangan yang disampaikan kepada kami, dan semoga panjenengan semua tetap EKSIS, tetap istiqomah dalam merawat Budaya Nusantara yang Adhi Luhung, yang kaya, yang luar biasa. Semoga Ramadhan ini menjadikam / menambah kita menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa, dan semoga momentum Ramadhan ini kita bisa berkhidmat totalitas untuk Bangsa dan Negeri kita, dan untuk Kabupaten Mojokerto yang kita cintai ini."

Sambutan dan pemaparan secara lesan oleh Kepala DISBUDPORAPAR Kabupaten Mojokerto (Norman Handhito, S.I.P.,M.Si.) yang intinya beliau menyampaikan: "Alhamdulillah, saya dan panjenengan (anda)  masih diberi sehat walafiat dari Allah SWT. semoga saya dan panjenengan selalu diberi hidayah kesempatan, umur yang panjang dan rejeki yang barokah. Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW , semoga kita selalu istiqomah dan beriman. Untuk Bopo Nur Ibrahim dan rombongan dari Yogyakarta, yang Pertama, selamat datang di Tlatah Majapahit, panjenengan sudah jauh-jauh dari Yogya punya semacam gambaran- gambaran apa yang akan dilakukan di Mojokerto ini dalam rangka untuk membantu khususnya pengembangan budaya sekaligus kalau dilihat-lihat ini pasti akan ada konsekuensi positif ke Pariwisata. Saya sepintas sudah melihat proposal panjenengan (anda) terkait Wahana Pendidikan dan Taman Bermain Wilwatikta Majapahit. Sepintas yang bisa kami lihat disini adalah panjenengan konsen untuk membangun sebuah tempat yang tempat itu bukan hanya sebagai tempat permainan atau berkumpulnya keluarga, tetapi juga tempat yang memiliki Nilai Historis dan Edukasi terkait dengan masyarakat, dan hal itu sangat baik sekali dan tentu saja kalau yang memikirkan hal itu orang Mojokerto tidak heran, tetapi beliau orang Yogyakarta, ya luar biasa. Menjaga dan melestarikan itu bukan hal yang mudah, bukan suatu hal yang ringan dan tentu saja banyak hal yang perlu dikorbankan, Terkait dengan pelestarian budaya, terkait dengan pengembangan Seni dan Budaya itu tercantum dalam Misi BUPATI yang ke 3 (tiga) khususnya di angka Nomor 11 (sebelas) terkait dengan pengembangan Seni dan Budaya, tetapi seperti apa pengembangan Seni dan Budaya, apakah bersifat Kebendaan atau bersifat Non Kebendaan. Jadi nanti kita masih belum paham arahnya. Karena yang jelas panjenengan pasti sudah tahu, dan ini sudah digembar-gemborkan di Media, bahwa saat ini adalah saat-saat Efisiensi yang luar biasa sekali, penghematan yang luar biasa. Terus yang Kedua, yang kita cermati juga, bahwa Bapak BUPATI ini punya cita-cita yang sangat baik sekali yaitu memindahkan lokasi Pemerintahan yang sekarang masih masuk Wilayah Kota Mojokerto ke Daerah Kabupaten Mojokerto (di Daerah sendiri). Jadi pilihannya adalah andaikan ini bisa dimasukkan, barangkali nanti kami akan memberikan masukan bagaimana kalau diletakkan di area- area yang dekat dengan lokasi, dimana Pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto akan dibangun. Karena politik anggaran saat ini sangat dipengaruhi dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Jadi katakan Daerah punya keinginan, maka banyak hal-hal pusat yang bicara, hai.. Efisiensi, jangan yang itu, itu kurangi, ini dihilangkan. Maka Daerah akan tunggu mengikuti itu, tinggal bagaimana kita mengolah ini, memanfaatkan situasi, memanfaatkan kondisi dimama PEMKAB mau dipindahkan, barangkali bisa dinunutkan (diikutkan) kesana. Mudah-mudahan nanti ketika memindah Kabupaten itu ada satu support yang kemudian masuk atau masuk di bangunan yang ada di Trowulan. Tetapi tentu saja kami harus menerima jawaban dulu dari Bapak BUPATI. Kalau Bapak BUPATI menyetujui ide nanti. Prinsipnya kami sangat senang panjenengan punya gambaran yang ingin memajukan Mojokerto ini, dan yang panjenengan tampilkan disini adalah sesuatu yang memang luar biasa bagus, sangat Majapahit banget, dan surat panjenengan mungkin ditunggu secara formil."  (B.Pwk.)




Ad Placement

Peristiwa

Tokoh

Teknologi