GEREBEK: news gebrakgelargiataudiensidgbprmajatamakabupatenmojokerto
Tampilkan postingan dengan label news gebrakgelargiataudiensidgbprmajatamakabupatenmojokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news gebrakgelargiataudiensidgbprmajatamakabupatenmojokerto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2025

GEBRAK MENGGELAR KEGIATAN AUDIENSI DENGAN BPR MAJATAMA KABUPATEN MOJOKERTO

GEBRAK MENGGELAR KEGIATAN AUDIENSI DENGAN BPR MAJATAMA KABUPATEN MOJOKERTO

GEBRAK MENGGELAR KEGIATAN AUDIENSI DENGAN BPR MAJATAMA KABUPATEN MOJOKERTO

GEREBEK.COM.                Pada hari Selasa Legi, 3 Juni 2025 mulai jam 14.00 WIB. sampai dengan 16.00 WIB. bertempat di Aula Kantor BPR MAJATAMA (Perseroda) Jln. Raden Wijaya 19 Mojokerto ada kegiatan Audiensi yang digelar oleh Gabungan Ketua LSM dan Budayawan yang tergabung dalam Gerakan Bersama Anti Korupsi (GEBRAK) Mojokerto dengan Pimpinan  Manajemen BPR MAJATAMA (Perseroda) Kabupaten Mojokerto.

Hadir dalam kegiatan Audiensi antara lain:
1. Tri Hardianto, S.E.,S.H.,M.H. (Direktur Utama BPR MAJATAMA).
2. Heri Mukti Wibowo (Direktur Bisnis BPR MAJATAMA) beserta Staf.
3. H. URIP WIDODO, S.E. (Ketua Umum GEBRAK).
4. Drs. Kartiwi (SEKJEN GEBRAK) sekaligus Moderator.
5. Machradji Machfud, B.A. (Ketua LPR).
6. Romo Wisnu (Budayawan).
7. Jumain (LSM).
8. Alex Sunaji (LSM).
9..Yulis Antoko (LSM).
10. Karju (LSM).
11. Taufiq (LSM).
12. Mbak Kayla (LSM).
13. Mbak Sumartik (LSM).
14. Mbak Deni Susanti (LSM)
15. Mbak Yuni Sulistyowati (LSM).
16. Drs. Bambang Purwoko (LSM dan KABIRO Nusantara Pos).

Dengan susunan acara Audiensi sebagai berikut: 1).Pembukaan., 2).Sambutan / Ucapan Terima Kasih atas diterimanya Audiensi GEBRAK., 3).Sambutan Direktur Utama BPR MAJATAMA Kabupaten Mojokerto., 4).Sesi tanya jawab., 5).Penutup.

A. Sambutan / Pembukaan oleh Sekretaris Jendral GEBRAK (Drs.KARTIWI) yang intinya menyampaikan: "Kami hadir disini semata-mata membantu Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam hal performa dari BUMD yang bernama BPR MAJATAMA, semoga dari selisih itu yang dalam salah satu Media itu dinyatakan raib atau hilang, yang kemudian diklarifikasi lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto. Disitu ditemukan ternyata hanya format pelaporan yang berbeda. Jadi format itu dinyatakan sehat-sehat saja keuangan dari kinerja BPR MAJATAMA milik BUMD Kabupaten Mojokerto. Maka kami ingin diskusi dengan panjenengan (anda), walaupun hanya dikatakan ada perbedaan format pelaporan karena dibelakang masih ada tanda tanya. Lah, tanda tanya ini akan diisi oleh kawan-kawan mumpung ketemu panjenengan dan jajaran Direksi disini. Untuk itu sekali lagi terima kasih atas niat baik panjenengan dengan menerima surat kami. Semoga maksud dan tujuan serta isi surat yang memenuhi sasaran yaitu mendengar secara langsung, tidak katanya lagi, tetapi mendengar langsung dari jajaran Direksi BPR MAJATAMA. Jadi kiranya itu sebagai pembuka, mudah-mudahan apa yang menjadi maksud tujuan kami untuk bertemu langsung dengan Manajemen BPR MAJATAMA membawa manfaat sebagaimana Fisi Misi yang diemban  Gus BARRA BUPATI kita. Kiranya itu Ketua GEBRAK barangkali ada tambahan, barangkali juga membawa bekal materi dari rumah."

B. Sambutan / Ucapan terima kasih atas diterimanya GEBRAK untuk Audiensi, oleh Ketua Umum GEBRAK (H. URIP WIDODO, S.E.) yang intinya menyampaikan: "Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BPR MAJATAMA beserta jajarannya, teman-teman dari GEBRAK, dan GEBRAK itu dari unsur beberapa LSM. Jadi semua Ketua LSM membentuk suatu Gerakan Anti Korupsi yang sudah 17 tahun kita mengawal Program Pemerintah terkait Pemberantasan Korupsi. Sebelum kita membuat surat, apa yang dikatakan SekJen GEBRAK (Pak Kartiwi) tadi, bahwasannya teman-teman mengadakan Dialog, melihat / mendengar informasi atau info dari luar itu kok begitu DAHSYAT, terus bagaimana itu kalau sampai pailit sungguhan, sampai jebol. Lah saya dulu jelek-jelek begini mantan Bank Pasar. Maksud dan tujuan kami Pak ? Kami tidak mencari kesalahan, dan sesuai apa yang disampaikan Sekretaris GEBRAK, bahwa maksudnya kami untuk membantu Pemerintah Daerah. Jadi dengan gejala begitu, itu nanti bisa juga kalau apa yang telah disampaikan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II memang sudah dijelaskan oleh Sekretaris Daerah (SEKDA) selaku Komisaris Utama, Inspektorat selaku Komisaris, lalu dilihat di Media memang ada kesalahpahaman pelaporan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan BPR MAJATAMA. Dan ini kami mohon nanti mungkin teman-teman sudah mempunyai bahan-bahan apa yang perlu ditanyakan, silahkan nanti ditanyakan. Kita memang mengawal, karena ini juga programnya BUPATI dan Wakil BUPATI Mojokerto. Begitu Pak ? Mohon nanti apa yang ditanyakan oleh teman-teman mohon dijelaskan , mungkin kalau menurut hati saya sama dengan apa yang waktu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), mungkin ada jawaban dari Pihak BPR MAJATAMA .Jadi mungkin juga ada yang lain lagi ada temuan-temuan info dari luar, mohon nanti juga ditanyakan kepada Bapak Direktur."

C. Sambutan dan Gambaran oleh Direktur Utama BPR MAJATAMA (TRI HARDIANTO, S.E.,S.H.,M.H.) yang intinya beliau menyampaikan: "Sebelumnya, kami perkenalkan nama saya Tri Hardianto sebagai Direktur Utama, dan yang sebagai Direktur adalah HERI MUKTI WIBOWO (Direktur Bisnis). Terima kasih tentunya atas kehadiran rekan -rekan GEBRAK, saya berharap apa yang menjadi maksud  dan tujuan rekan-rekan GEBRAK yang sudah disampaikan dengan jelas, sehingga hal-hal yang mungkin selama ini menjadi tanda tanya Bapak Ibu semua itu bisa terpecahkan, walaupun saya yakin akan terus banyak pertanyaan-pertanyaan. Ya, itulah dinamika dalam kehidupan kita. Dan saya yakin Bapak Ibu adalah orang-orang baik, yang tentunya kalau kita bicara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), apapun misi Ketuanya, bahwa tujuannya pasti kita bicara dari sisi masyarakat . BPR MAJATAMA ini tentunya punya masyarakat Kabupaten Mojokerto, dimana Modalnya juga awal pendiriannya itu juga dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Saya gambarkan Total Asset kami itu 234 Miliar. Assetnya PEMKAB Mojokerto itu sendiri 22,8 Miliar. Jadi artinya yang 210 Miliar itu uangnya Masyarakat. Uang masyarakat kalau di perbankan, karena perbankan itu Lembaga Inter Media. Perbankan itu nasabah- nasabah menabung di kami, mendepositokan di kami, dan kemudian kami menyalurkannya dalam bentuk kredit. Jadi kami salurkan dalam bentuk kredit adalah uangnya Masyarakat dan PEMKAB, artinya bahwa karena Bank ini Lembaga Jasa, pasti Regulasi kemudian sangat penting. Tadi saya katakan uangnya masyarakat itu sendiri sekitar 210 Miliar, uangnya PEMKAB 22,8 Milyar, artinya banyak Masyarakat Kabupaten Mojokerto walaupun dari luar juga ada yang mereka menabung dan mendepositokan yang ada di kami. Nah, itu tentunya menjadi rentan terhadap issue-issue negatif. Karena pada saat issue negatif tersampaikan kepada mereka, dan mereka percaya, tentunya dana-dana tersebut akan ditarik. Perbankan secara tehnis pasti tidak tersediakan dana cukup untuk jika terjadi penarikan, apalagi penarikan secara serentak (bersama-sama), karena kami tidak mencadangkan terlalu besar untuk dana yang kami simpan di Kas kami maupun diantara Bank kami. Saya ingin meyakinkan Bapak Ibu sebagai Ketua LSM atau sebagai wadahnya masyarakat bisa menyampaikan kepada Masyarakat, insyaallah BPR MAJATAMA ini dalam keadaan Sehat dan Tidak Ada Masalah. Andaikan ada kesalahan, kami sebagai manusia tetap beritikat baik , namanya manusia itu pasti ada kesalahan, untuk itu kami mohon ma'af."

Selaku Moderator, Drs.Kartiwi mengatakan: "Ini adalah wawasan Perbankan, jadi ini wilayah dunia Perbankan, ini menunjukkan memang beliau (Pak TRI) kapabel di bidangnya. Jadi tidak diragukan lagi. Bahkan orang-orang yang awalnya mencurigai akhirnya bisa Kecelik (Terkejut) dengan keprofesionalan beliau (Pak Tri). Dari jam terbang itu kami memahaminya, sehingga ketika ada riak-riak kecil berupa kecurigaan-kecurigaan, Pertama: kenapa Publik Mojokerto itu akhirnya mencurigai hal tersebut, seperti yang terjadi di BPR Kota. Jadi kamipun juga tanpa alasan, di BPR Kota juga ada Tersangka, kan begitu bermula dari selisih itu. Jadi dari Pihak kami ya normal-normal saja, ketika sesuatu Lembaga Keuangan itu juga ada Warning (peringatan) dinyatakan hampir pailit, sehingga kita sharing seperti ini namanya Audiensi. Ternyata setelah kami Audiensi tadi seperti Kuliah Perbankan 1 (satu) semester." (B.Pwk.)













Ad Placement

Peristiwa

Tokoh

Teknologi