BUPATI MOJOKERTO (GUS BARRA) MELAKSANAKAN PENYERAHAN BANTUAN DAN PELETAKAN BATU PERTAMA BEDAH RUMAH TAHUN 2025
GEREBEK.COM Pada hari Senin, 6 Oktober 2025 mulai jam 15.00 WIB. sampai dengan 16.30 WIB. bertempat di Dusun Sumbersono Desa Sumbersono Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto ada kegiatan Penyerahan Bantuan dan Peletakan Batu Pertama berupa Bedah Rumah tahun 2025 secara simbolis oleh BUPATI Mojokerto (Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc.,M.Hum). Dalam kegiatan ini BUPATI Mojokerto (Gus Barra) selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) PERUMDAM Mojopahit Mojokerto didampingi oleh Wakil BUPATI Mojokerto (dr. Muhammad Rizal Octavian) dan Direktur PERUMDAM Mojopahit Mojokerto (Fayakun Hidayat, S.H.) yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas terkait Kabupaten Mojokerto. Kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini adalah bagian dari pada Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk 5 (lima) tahun kedepan.
Hadir dalam kegiatan antara lain:
1. Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc.,M.Hum. (BUPATI Mojokerto).
2. dr. Muhammad Rizal Octavian (Wakil BUPATI Mojokerto).
3. Nuryadi, S.H.,M.M. (Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mojokerto).
4. Luthfi Ariyono, S.Sos.,M.Si. (Ketua Dewan Pengawas PERUMDAM Mojopahit Mojokerto).
5. Fayakun Hidayat, S.H. (Direktur PERUMDAM Mojopahit Mojokerto).
6. Dedy Ardianto, S.T.,M.A.P. (Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Mojokerto).
7. Bambang Purwanto, S.H.,M.H. (Kepala DPRKP2 / DISHUB Kabupaten Mojokerto).
8. CAMAT Gondang, CAMAT Dlanggu, Plt. CAMAT Kutorejo, CAMAT Jetis, CAMAT Kemlagi.
9. Kepala Desa: Kebontunggul, Sumbersono, Singowangi, Canggu, Mojopilang.
10. PT. Mahardika Berkah Niaga.
Dengan rangkaian acara sebagai berikut:
1. Pembukaan.
3. Sambutan Kepala Desa Sumbersono (Bpk. Ade Martha Primady) yang intinya menyampaikan: "Terima kasih atas bantuan Bapak BUPATI terhadap warga kami yang sangat membutuhkan bantuan bedah rumah. Untuk PERUMDAM kami juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena juga mendukung program bedah rumah, dimana untuk koordinasinya sudah mulai dari kemarin sampai sekarang, semoga lancar kegiatannya. Dan ada satu yang kami mohonkan kepada Bapak BUPATI, mohon ma'af, jembatan yang panjenengan lewati tadi agak longsor, kalau bisa mohon dibantu, karena jembatan ini ikut Dinas Pengairan (PUPR). Saya selaku Kepala Desa Sumbersono meminta Rekom panjenengan supaya bisa direalisasikan."
4. Laporan Direktur PERUMDAN Mojopahit Mojokerto (Bpk. Fayakun Hidayat, S.H.) yang intinya beliau menyampaikan: "Bahwa pembangunan bedah rumah ini adalah dampak kebakaran rumah di Trowulan. Dan pembangunan dari awal kalau 30 juta kemarin tidak cukup, terpaksa kami berkolaborasi dengan PT. Mahardika, yang alhamdulillah dibantu 15 juta untuk pembangunan rumah ini. Kemudian yang satunya lagi di wilayah Jetis juga dibantu 10 juta, jadi ada 25 juta, terima kasih. Mudah-mudahan kedepan dengan kegiatan seperti ini banyak perusahaan-perusahaan swasta yang bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mewujudkan program dari Bapak BUPATI untuk bedah rumah. Jadi kegiatan hari ini ada kegiatan sosial pendidikan bukan CSR untuk PERUMDAM Mojopahit Mojokerto. CSR sudah kami berikan kemarin, tinggal satu nanti bulan Nopember, CSR kami untuk dampak lingkungan dan sosial yaitu penanaman pohon di hutan nanti dan perawatan sumber resapan di Pacet dan di Jubel. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah mensupport kegiatan-kegiatan ini termasuk kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak BUPATI selaku KPM PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto yang terus mendukung kegiatan-kegiatan kami, baik untuk peningkatan kinerja maupun bantuan untuk kegiatan-kegiatan sosial yang diambil dari laba PERUMDAM Mojopahit Mojokerto. Untuk tamu undangan, kami mohon ma'af bila kegiatan ini mundur dari rencana awal yang semula jam 13.00 WIB. tadi, karena Bapak BUPATI ada kegiatan, sehingga diundur pada sore hari ini. Namun mudah-mudahan kegiatan ini benar- benar memberikan manfaat yang besar baik bagi penerima maupun apa yang disampaikan Pak KADES tadi untuk calon-calon penerima pada tahun depan, kami bisa berkolaborasi lebih banyak lagi dengan perusahaan-perusahaan swasta. Potensinya sebetulnya sangat besar, karena banyak perusahaan-perusahaan swasta yang bisa juga berkolaborasi. Tetapi kemarin waktunya sangat mepet, sehingga kami hanya bisa menggandeng dari PT. Mahardika, terima kasih kepada Bu YANTI, juga ini yang mengupayakan."
5. Sambutan & Arahan BUPATI Mojokerto (Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc.,M.Hum.) yang intinya beliau menyampaikan: "Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. karena pada sore hari ini kita dapat hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan secara simbolis sekaligus peletakan batu pertama kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan pada kesempatan yang berbahagia ini bertempat di Desa Sumbersono. Kegiatan Rahabilitasi Rumah Tidak Layak Huni itu adalah bagian dari pada Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk 5 (lima) tahun kedepan, karena di Kabupaten Mojokerto masih terdapat rumah-rumah yang tidak layak huni, dan itu akan menjadi program kita untuk agar dalam satu periode ini 5 (lima) tahun kedepan ini rumah-rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto bisa diminimalisir. Ini sekedar informasi, Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara kolaboratif dan bertahap menuntaskan kawasan pemukiman kumuh, dimana pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran sebesar 17,7 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto, Dana Alokasi Khusus, Bantuan Propinsi, BAZNAS, APBN atau dari KODIM ataupun KORAMIL, Gerakan PRAMUKA, dan CSR Perusahaan untuk diberikan kepada 582 masyarakat berpenghasilan rendah dan memiliki rumah yang tidak layak huni. Jadi pada tahun 2025 (belum yang akan datang), jadi yang sudah kita eksekusi ada kurang lebih 582 rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto sudah kita Rehabilitasi, dan ada juga kemarin sekitar 237 saya tanda tangani Renovasi maupun pembangunan ulang, itu akan kita lakukan pada bulan Oktober ini. Jadi detailnya selama tahun 2025 ini kurang lebih 800 rumah yang kita lakukan bedah rumah maupun Renovasi. Pada kesempatan yang berbahagia ini 5 (lima) penerima Renovasi rumah Pak Subagio Desa Sumbersono Kecamatan Dlanggu ,rumah Bu Mulyati di Desa Singowangi Kecamatan Kutorejo, rumah Pak Karsono di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang, rumah Pak Suwarto di Desa Canggu Kecamatan Jetis, rumah Bu Ngatiah di Desa Mojopilang Kecamatan Kemlagi, dengan alokasi anggaran per rumah 30 juta dan ditambahi beberapa dari PT. Mahardika, (ini diluar yang sudah saya sampaikan tadi). Ini CSR dari PERUMDAM Mojopahit Mojokerto, kebetulan saya sebagai KPM (Kuasa Pemilik Modal) di PERUMDAM Mojopahit Mojokerto. CSR nya antara lain adalah digunakan untuk membantu Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Mojokerto yaitu meminimalisir rumah-rumah yang tidak layak huni yang ada di Kabupaten Mojokerto. Maka kami berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PERUMDAM Mojopahit Mojokerto, keberadaannya tidak hanya bekerja berbisnis dan memberikan tambahan PAD untuk Kabupaten Mojokerto saja, tetapi juga memberikan keperdulian sosial kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto, baik itu melalui pendidikan ataupun melalui program -program sosial yang lainnya seperti yang kita saksikan pada sore hari ini yaitu Bedah Rumah bagi mereka yang memiliki rumah tidak layak huni. Dan saya ucapkan terima kasih kepada PT. Mahardika yang telah bekerja sama pada kesempatan yang berbahagia ini untuk membangun ulang rumah yang tidak layak huni yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto. Betapa bahagianya kita semua memberikan harapan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto yang menurut saya rumahnya yang tidak layak huni kita bangun. Betapa bahagianya kalau kita bersama-sama bisa merealisasikan terkait kegiatan tersebut. Rumah yang layak huni itu juga dapat meminimalisir angka Stunting yang ada di Kabupaten Mojokerto. Saya ucapkan selamat kepada penerima (yang rumahnya tidak layak huni), yang mana Sumber Dananya ini CSR dari PERUMDAM Mojopahit Mojokerto dan bekerja sama dengan PT. Mahardika Berkah Niaga. Semoga ini dapat menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan yang lainnya yang bisa memberikan kontribusi di Kabupaten Mojokerto, berkontribusi membangun Kabupaten Mojokerto, memberikan Dana Sosialnya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
Untuk jembatan di Desa Sumbersono yang agak longsor, nanti perlu dilihat dulu, kalau memang perlu untuk ditindaklanjuti, maka kita bisa menindaklanjuti, tetapi perlu diketahui Dana Transfer dari Pusat ke Daerah sekarang dikurangi, secara kasat mata kurang lebih 281 Miliar, tetapi kalau dilihat dari Mandatory Spending yang artinya kegiatan-kegiatan yang diwajibkan dari Pusat harus itu, tidak boleh untuk yang lainnya, itu totalnya kurang lebih 300 Miliar hampir 400 Miliar. Jadi itu keberadaan Keuangan Pemerintah Daerah kita. Termasuk Dana Desa juga dikurangi, per Desa kalau tidak salah dikurangi 180 juta. Jadi Pak KADES dalam hal ini berpuasa dulu. Kita perbaiki serapan anggaran kita, siapa tahu tahun depan Ekonomi Indonesia membaik dan serapan anggaran kita baik, maka nanti ditambahi oleh Pusat."
8. Peletakan Batu Pertama oleh BUPATI Mojokerto yang didampingi oleh Wakil BUPATI dan Direktur PERUMDAM Mojopahit Mojokerto, dan disakasikan oleh undangan yang hadir serta puluhan warga Dusun Sumbersono. (B.Pwk.)