HADI PURWANTO, S.T.,S.H.,M.H. BERSAMA PULUHAN WARGA MENGGELAR KHOTMIL QUR'AN KE-15 DI AREA MAKAM (PUNDEN) DUSUN BANJARSARI DESA KEDUNG LENGKONG KECAMATAN DLANGGU
GEREBEK.COM Pada hari Minggu Pahing, 3 Agustus 2025 mulai jam 06.30 WIB. sampai dengan 14.00 WIB. bertempat di Area Makam (Punden) Eyang Tumenggung "SOEKARTO WIDJOJONO" Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanngu Kabupaten Mojokerto, ada kegiatan Khotmil Qur'an dan kenduri bersama untuk mengirim do'a kepada leluhur dan ahli kubur Dusun Banjarsari,
sekaligus mendo'akan para Pahlawan Kusuma Bangsa yang telah gugur dalam berjuang untuk merebut Kemerdekaan Republik Indonesia, semoga amal ibadahnya diterima dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT., yang digelar oleh HADI PURWANTO, S.T.,S.H.,M.H. Ketua Lembaga Kajian Hukum (LKH) "BARRACUDA INDONESIA" dan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) "DJAWA DWIPA" bersama warga Dusun Banjarsari pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Hadir dalam kegiatan antara lain:
1. Dwi Ahmad Fauzi (Kepala Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong).
2. Hadi Purwanto, S.T.,S.H.,M.H. (Penanggung jawab kegiatan).
3. H. Ismail Pribadi, S.H. (Mantan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto).
4. Ustadz Mukid (Penasehat Kegiatan).
5. Kyai Hasan Mathori (Penasehat Jama'ah sekaligus Penceramah Agama).
6. Bpk. Paino (Koordinator Pelaksana).
7. Beberapa Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Dusun Banjarsari.
8. Group Sholawat AL-HADDAD DJAWA DWIPA.
10. Tamu undangan.
Dengan susunan acara:
1). Jam 06.30 sampai dengan 11.15 WIB. (Khataman Al-Qur'an).
2). Jam 11.20 sampai dengan 12.10 WIB. Istirahat, persiapan Sholat Dhuhur.
6. Ceramah Agama oleh Kyai HASAN MATHORI yang intinya beliau menyampaikan: "Sekarang ini waktunya Bulan Syafar, jadi saya dan panjenengan (anda) yang hati-hati. Kata Kanjeng Nabi: segala sesuatu penyakit pasti ada obatnya. Lah pada Bulan Syafar ini yang hati-hati. Saya cuma sebagai pembicara mengingatkan kepada keluarga saya dan panjenengan semua. Mengingatkan kepada ummatnya Kanjeng Nabi itu kewajiban saya. Katanya Gusti Kanjeng Nabi: di Bulan Syafar ini Gusti Allah menurunkan balak (bencana) yang diturunkan di 2 (dua) tempat yaitu di laut dan daratan yang jumlahnya 777.000 bibit, ini bencananya (musibah). Lah untuk 1 (satu) bibit ini mempunyai anak cucu 777.000. Makanya saya dan panjenengan mengadakan acara seperti ini, berdo'a bersama-sama kehadirat Allah, supaya saya dan panjenengan semua terhindar dari musibah dan bencananya Gusti Allah. Kata Kanjeng Nabi: segala sesuatu itu ada obatnya, dan obatnya bencana adalah DO'A. Ini mumpung ada kesempatan untuk saya dan panjenengan semua, bisa berkumpul di tempat ini. Mari berdo'a kepada Allah supaya saya dan panjenengan, anak kita semua, saudara-saudara semua dimana saja supaya dilindungi Gusti Allah di Bulan Syafar ini. Bencananya Gusti Allah yang paling berat menurut Kanjeng Nabi, menurut ummatnya Kanjeng Nabi yaitu rusaknya Iman. Contoh: Sore Sholat malamnya Murtad, Sore mengaji besoknya berkunjung ke Dolly atau ke Tretes. Rusaknya Iman itu paling bahaya, banyak ketika sore Sholawatan besoknya sudah tidak Sholawatan, gara-garanya adalah karena Imannya tidak kuat. Untuk itu marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah supaya kita semua dihindarkan dari musibah atau bencananya Gusti Allah. Semoga yang hadir disini dikuatkan Imannya, usahakan terus mengadakan acara seperti ini. Hati- hati, mari tetap memegang / mempertahankan Iman, terus mari kita bersama-sama bordo'a kehadirat Allah supaya anak cucu kita diberi hidayah oleh Gusti Allah.
Dan sekarang ini adalah Bulan Agustus, sudah waktunya memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, dan kita sebagai anak bangsa ini harus cinta negaranya. Jadi cinta negara itu setengah dari Iman. Kalau ada penjajah jangan sampai berlari dari barisan perang, itu tidak boleh. Contoh yang lari dari barisan perang yaitu: seperti hari ini yang biasa jadi pemimpin atau jadi pengurus yang bagian mengurusi acara seperti ini mendadak keluar, itu sama dengan meninggalkan barisan perang, meninggalkan termasuk tidak cinta tanah air, tidak cinta kepada jama'ah. Marilah kita mendo'akan leluhur dan ahli kubur, serta para Pahlawan yang telah gugur menyabung nyawa demi untuk merebut Kemerdekaan Republik Indonesia, semoga amal ibadah keluhur dan ahli kubur, serta pengorbanan para pahlawan diterima oleh Allah SWT. dan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya."
Dalam kesempatan ini, Penanggung Jawab Kegiatan (HADI PURWANTO, S.T.,S.H.,M.H.) mengatakan: "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Dusun Banjarsari yang tetap istiqomah untuk mendo'akan leluhur dan ahli kubur Dusun Banjarsari. Saya mengajak warga untuk bersama-sama terus istiqomah untuk menghadiri Khotmil Qur'an di Makam (Punden) Dusun Banjarsari, semoga disetiap waktu iman kita tetap kuat." (B.Pwk.)