BUNG EDI WELIANG BERSAMA ANGGOTA KOMUNITAS PANGLIMA BUDAYA PECI MERAH NUSANTARA GELAR GIAT PESTA RAKYAT "SERIBU MANGKOK BAKSO SERIBU GELAS TEH" - GEREBEK

Minggu, 27 April 2025

BUNG EDI WELIANG BERSAMA ANGGOTA KOMUNITAS PANGLIMA BUDAYA PECI MERAH NUSANTARA GELAR GIAT PESTA RAKYAT "SERIBU MANGKOK BAKSO SERIBU GELAS TEH"

BUNG EDI WELIANG BERSAMA ANGGOTA KOMUNITAS PANGLIMA BUDAYA PECI MERAH NUSANTARA GELAR GIAT PESTA RAKYAT "SERIBU MANGKOK BAKSO SERIBU GELAS TEH"
             (Bung Edi Weliang & Mas Aji)

GEREBEK.COM                         Pada hari Minggu 27 April 2025 mulai jam 11.30 WIB. sampai dengan selesai, bertempat di Area Paseban TRI MUKTI Dusun Jabaran Desa Poh Kecik Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, ada kegiatan Pesta Rakyat "Seribu Mangkok Bakso Seribu Gelas Teh" yang digelar oleh Bung Edi Weliang bersama Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA Peci Merah Nusantara, yang juga dimeriahkan oleh OM.  "BARRETA & KEVIN AUDIO" dengan penampilan Artis Cantik-Cantik dengan suara merdu, yang dikoordinir oleh Bapak Sutrisno (Pemilik Warung Pakde Tris). 

Sebelum acara potong Gunungan (kerucut) nasi tumpeng dimulai, BUNG EDI WELIANG mengatakan: "Hari ini kita punya wajah baru yaitu Panglima Budaya, jadi disini tidak ada sosok ya? Jadi namanya Panglima itu siapapun yang memakai Kaos ini ya PANGLIMA BUDAYA. Jadi wajib menjunjung tinggi  budaya atau kearifan lokal, dimana anda adalah tuan, dimana anda sudah menjadi tamu dirumahnya sendiri. Makanya saya membuat slogan ini yaitu PANGLIMA BUDAYA, pada hari ini Minggu tanggal 27 April 2025, dan semoga apa yang kita harapkan bisa terwujud. Dan kita adakan syukuran makan bakso 1000 (seribu) mangkok dan teh manis 1000 (seribu) gelas, khusus untuk warga disini. Sekarang ini ada 2 (dua) tumpeng, yaitu satu tumpeng untuk syukuran, dan yang satu tumpeng untuk mengganti nama Mas AJI, jadi gelarnya sekarang AJI JAYA PAMUNGKAS. Perkara di KTP tidak dirubah tidak apa-apa, ya ini nama langit AJI JAYA PAMUNGKAS, ya ini tumpengnya yang kuning (nasi / sego kebuli). Kalau tumpeng yang putih (sego putih) itu adalah untuk syukuran PANGLIMA BUDAYA. Semoga semua yang hadir disini dalam tahun ini dan seterusnya menjadi orang yang kaya raya."

Dilanjutkan acara pembacaan Do'a dipimpin oleh Ustadz RUDI DHURO (Ketua IKAMA Mojokerto).
Setelah acara Do'a selesai, kemudian acara pemotongan Gunungan (kerucut) Nasi Tumpeng yang kuning oleh Mas AJI (AJI JAYA PAMUNGKAS) yang diletakkan di piring termasuk lauk pauknya untuk dihaturkan kepada BUNG EDI WELIANG. 
Dan kemudian Mas AJI juga memotong kerucut Nasi Tumpeng (nasi putih) diletakkan dipiring dan lauk pauknya untuk diberikan kepada Mas AMINUDDIN ILHAM (Ketua PWI Mojokerto).
Dan terakhir Mas AJI juga menyenduk nasi tumpeng (nasi putih) diletakkan dipiring dan lauk pauknya untuk diberikan kepada Ustadz RUDI DHURO (Ketua IKAMA Mojokerto).

Setelah acara syukuran, para Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA berjalan menuju dan naik panggung, untuk membaca Ikrar Panglima Budaya yang dipimpin oleh BUNG EDI WELIANG dan ditirukan oleh para Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA.  IKRAR PANGLIMA BUDAYA, 
1. Kami PANGLIMA BUDAYA, menjunjung tinggi harkat dan martabat Budaya Bangsa Indonesia. 
2. Kami PANGLIMA BUDAYA, mengembalikan jati diri Bangsa Indonesia. 3. Kami PANGLIMA BUDAYA, menjunjung tinggi nilai-nilai PANCASILA dan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Setelah memimpin pembacaan Ikrar PANGLIMA BUDAYA, BUNG EDI WELIANG kemudian turun dari atas panggung dan berjalan menuju di depan Paseban TRI MUKTI untuk wawancara dengan Awak Media. 
Dalam wawancara BUNG EDI WELIANG mengatakan : "Pada hari ini tanggal 27 April 2025 kami sebagai warga masyarakat yang berada di Dusun Jabaran Desa Poh Kecik mengadakan Pesta Rakyat makan gratis 1000 (seribu) mangkok bakso dan 1000 (seribu) gelas teh manis. dan disini kami mengambil tema "PANGLIMA BUDAYA". Harapan kami sebagai penggiat budaya di Mojokerto ini, agar budaya di Mojokerto pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya ini agar kembali pada budaya jati diri bangsa Indonesia. Kenapa ? Hanya budaya yang bisa mempersatukan anak bangsa, selain itu bagi saya tidak bisa. Dan harapan kami kedepan terutama Mojokerto ini tercipta suasana yang kondusif, masyarakat makmur sesuai dengan program Pemerintah. Disini yang paling utama kalau kita menyangkut budaya, budaya bangsa itu: 1).PANCASILA., 2).UUD 1945., 3).Merah Putih., 4).Lagu Kebangsaan Indonesia Raya., 5).Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. Harapan kami, semua yang memakai Kaos ini PANGLIMA BUDAYA, jadi disini tidak ada sosok bahwa saya disini, bukan. Jadi apapun disini kita semua ini Panglima, jadi Komunitas ini tidak ada sosok yang ditokohkan sebagai PANGLIMA BUDAYA. siapapun yang memakai Kaos ini, ya dia yang bertanggung jawab dengan apa yang dia pakai sebagai simbol PANGLIMA BUDAYA. Kalau saya sendiri ya tidak bisa, karena disini kebersamaan, tanpa kebersamaan mustahil, tidak akan terlaksana apa yang kita harapkan kedepannya. Tujuan utama kita, karena sekarang ini budaya kita sudah tergerus oleh Budaya Asing yang sudah masuk. Jadi kalau bukan kita siapa lagi sebagai Anak Bangsa yang ada di Mojokerto yang perduli dengan budaya. Maka kami akan  semampu kami apa yang bisa kami perbuat, itu harapannya. Untuk sementara kalau menyangkut budaya, sebetulnya budaya itu luas, apapun itu semuanya itu budaya. Disini kita ya pertanian, anak-anak muda kita ajak bertani, ya mari siapa yang mau, kita semua disini bersama. Kalau bisa semuanya harus kaya, karena apa ? Supaya tidak ada ketimpangan yang terlalu jauh antara si Kaya dan si Miskin. Makanya saya bilang tadi, adil itu mustahil tidak akan bisa, tetapi keadilan itu mungkin bisa. Karena manusia tidak bisa berbuat adil, hanya bisa keadilan."

Hasil wawancara singkat dengan salah satu warga yang baru menukarkan kuponnya supaya dapat makanan bakso satu porsi dan teh manis satu gelas, yang bernama Mbak RIFKA mengatakan: "Kegiatan Komunitas PANGLIMA BUDAYA itu seru sekali, banyak yang senang, terus juga meriah banget acaranya. Semoga Bapak EDI WELIANG rejekinya semakin lancar, dan apapun yang dilakukan oleh Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA semoga selalu berjaya." 

Kagiatan yang digelar oleh Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA sangat meriah dengan menampilkan hiburan Dangdut OM. BARRETA dengan artis cantik-cantik bersuara merdu, dan banyak yang nyawer. Penonton didepan dan kanan kiri panggung hiburan sangat gembira, apa lagi banyak penyawer yang berikan uang dengan cara ditaburkan diatas penonton yang sedang berjoget maupun yang tidak berjoget baik tua maupun muda, semua penonton yang dekat panggung hiburan mendapat rejeki.

Kegiatan Pesta Rakyat yang digelar di Area Paseban TRI MUKTI oleh Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA berjalan lancar, tertib dan aman berkat koordinasi yang baik & simpatik Tim Keamanan (BHABINKAMTIBMAS dan beberapa Anggota POLSEK Dlanggu & BABINSA Desa Poh Kecik), Anggota Komunitas PANGLIMA BUDAYA dan ISM Mojokerto serta warga Dusun Jabaran Desa Poh Kecik. (B.Pwk.)




Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda