Dr. KH. AHMAD SIDDIQ, S.E.,M.M. BERSAMA RIBUAN SANTRI GELAR UPACARA HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025 DI HALAMAN PONPES "NURUL ISLAM" DESA TUNGGALPAGER KECAMATAN PUNGGING
Dr. KH. AHMAD SIDDIQ, S.E.,M.M. BERSAMA RIBUAN SANTRI GELAR UPACARA HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025 DI PONPES "NURUL ISLAM" DESA TUNGGALPAGER KECAMATAN PUNGGINGDr. KH. AHMAD SIDDIQ, S.E.,M.M. (INSPEKTUR UPACARA)
GEREBEK (INFO GIAT)
Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 mulai jam 06.30 WIB. sampai dengan 10.30 WIB. bertempat di halaman Pondok Pesantren NURUL ISLAM II Dusun Panggreman Desa Tunggalpager Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto ada kegiatan Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025 dengan tema " Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia" yang digelar oleh Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E.,M.M. bersama Ribuan Santri Pondok Pesantren NURUL ISLAM.
Hadir dalam kegiatan antara lain:
2. Amsar Azhari Siregar. S.H.,M.M. (CAMAT Pungging).
3. IPTU Selimat, S.H.,M.H. (KAPOLSEK Pungging).
4. DANRAMIL 0815-11/Pungging diwakili oleh SERTU Sugeng (BABINSA Jabontegal).
5. H. Afan Faizin, M.Pd.I. (Ketua) beserta Pengurus MWC NU Kecamatan Pungging.
6. Jajaran Syuriyah MWC NU Kecamatan Pungging.
7. H. MUHAMMAD IKHSAN, S.Kom.,S.Pd.,M.M. (Kepala M.Ts. NURUL ISLAM.).
8. Ketua dan Pengurus PAC GP ANSOR Kecamatan Pungging.
10. Ketua dan Pengurus PAC FATAYAT Kecamatan Pungging.
11. Ketua dan Pengurus PAC IPNU Kecamatan Pungging.
12. Ketua dan Pengurus PAC IPPNU Kecamatan Pungging.
13. Komandan dan beberapa Anggota BANSER Kecamatan Pungging.
15. SERTU Ari (BABINSA Tunggalpager).
16. Kepala Desa: Tunggalpager, Jabontegal, Balongmasin.
17. Ketua Ranting NU se Kecamatan Pungging.
18. Kepala SDN Jabontegal.
19. Kepala TK DHARMA WANITA Desa Jabontegal.
20. Kepala PLAYGROUP DEWI MASYITOH.
21. Kepala MI NURUL HUDA.
22. Kepala SDI NAHRUL ULUM.
24. Tamu Undangan.
Adapun RUNDOWN UPACARA HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025 adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Upacara.
2. Pembukaan.
3. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an.
4. Pemimpin Pasukan menyiapkan Pasukan.
5. Komandan Upacara memasuki Lapangan Upacara.
6. Penghormatan kepada Komandan Upacara.
7. Laporan Pemimpin Pasukan Upacara kepada Komandan Upacara.
8. INSPEKTUR UPACARA memasuki Lapangan Upacara.
9. Penghormatan kepada INSPEKTUR UPACARA.
10..Laporan.
11. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
12. Penampilan Variasi Pasukan Pengibaran Bendera.
13. Mengheningkan Cipta dipimpin oleh INSPEKTUR UPACARA.
14. Pembacaan Teks UUD 1945.
17. Pembacaan Resolusi Jihad oleh INSPEKTUR UPACARA.
18. Amanat INSPEKTUR UPACARA.
21. Penghormatan kepada INSPEKTUR UPACARA.
22. INSPEKTUR UPACARA meninggalkan Lapangan Upacara.
23. Komandan Upacara meninggalkan Lapangan Upacara.
26. Pembubaran Pasukan dan Peserta Upacara.
Setelah pelaksanaan kegiatan upacara Hari Santri Nasional tahun 2025, Pengasuh Pondok Pesantren NURUL ISLAM (Dr. KH. AHMAD SIDDIQ, S.E.,M.M.), dalam wawancara beliau mengatakan: "Hari Santri Nasional 22 Oktober di Pondok Pesantren NURUL ISLAM, kita jadikan sebagai momentum untuk kembali mengulas sejarah bangsa Indonesia, bahwa berdirinya NKRI tidak terlepas dari peran serta para santri, para ulama, Kyai dan pesantren. Dan juga menjadi perenungan kontemplasi kita semuanya sebagai santri bertekad untuk melanjutkan warisan para ulama berupa negeri yang indah ini, Indonesia yang mulia ini akan kita pikul sebagai tanggung jawab, sebagai seorang pewaris menuju kejayaan NKRI yang bermartabat dan berdaulat di kancah pergaulan Internasional. Terkait dengan TRANS 7 yang seakan-akan merendahkan peran pesantren dan cenderung mendiskreditkan santri dan Kyai, tentu kita merasa sangat prihatin dan merasa kecewa, artinya mereka tidak memahami sejarah Indonesia, tidak mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi di dunia pesantren. Oleh karena itu semua komponen bangsa dan masyarakat bahu membahu untuk menjadi pewaris negara dan bangsa ini seutuhnya. Sejarah bangsa tidak boleh dirubah oleh satu kelompok elemen manapun, tetapi justru kita mempunyai kewajiban untuk merawatnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawan pendahulu, para pendiri negara kita Indonesia ini. Oleh karena itu TRANS 7 perlu belajar dan mengungkap sejarah yang sebenarnya, tidak didasarkan atas kebencian belaka. Dan kita patut mempunyai anggapan , bahwa mungkin saja mereka mempunyai agenda yang lebih besar dari sekedar Flaming Negatif terhadap santri, Kyai dan pesantren. Tetapi kita bertekad, bahwa santri, Kyai dan pesantren akan terus mengawal Indonesia agar menjadi negara sebagaimana yang dicita- citakan oleh para pendiri bangsa ini. Memang sebuah lembaga atau sebuah institusi manakala melakukan sebuah tindakan yang dianggap keliru, maka pimpinan tertinggi harus berbesar hati untuk memohon ma'af, dan itu adalah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Kita sebagai bangsa ketimuran, bangsa Indonesia yang mendapatkan warisan Adiluhung edipeni dari para leluhur-leluhur kita , dan itu harus dijunjung tinggi sebagai seorang pemimpin, maka bertanggung jawab terhadap apapun yang dilakukan oleh institusi, termasuk anak buah secara gentleman. Indonesia ini negara hukum, seluruh lapisan masyarakat Indonesia dilindungi dan mempunyai kedudukan hukum yang sama. Apabila terbukti mrlakukan kesalahan tindak pidana, maka seharusnya hukum yang harus ditegakkan kepada siapapun, termasuk kepada TRANS 7 dan seluruh pimpinan dan jajaran-jajarannya." (B.Pwk.)