GEREBEK: news bakesbangpolkabmojokertomenggelarsosialisasiP4GN
Tampilkan postingan dengan label news bakesbangpolkabmojokertomenggelarsosialisasiP4GN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news bakesbangpolkabmojokertomenggelarsosialisasiP4GN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2025

BAKESBANGPOL KABUPATEN MOJOKERTO MENGGELAR SOSIALISASI P4GN DENGAN NARA SUMBER DARI BNN KOTA MOJOKERTO DAN BNN PROVINSI JAWA TIMUR

BAKESBANGPOL KABUPATEN MOJOKERTO MENGGELAR SOSIALISASI P4GN DENGAN NARA SUMBER DARI BNN KOTA MOJOKERTO DAN BNN PROVINSI JAWA TIMUR

BAKESBANGPOL KABUPATEN MOJOKERTO MENGGELAR SOSIALISASI P4GN DENGAN NARA SUMBER DARI BNN KOTA MOJOKERTO DAN BNN PROVINSI JAWA TIMUR

GEREBEK.COM.                     Pada hari Selasa, 22 Juli 2025 mulai jam 10.40 WIB. sampai dengan 13.00 WIB. bertempat di Hall Kencono Wungu Hotel ARAYANNA Desa Trawas Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur ada kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2025 dengan tema: "Peran Aktif Organisasi Kemasyarakatan Dalam Rangka Mendukung Pemerintah Sebagai Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika", yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Kabupaten Mojokerto dengan Nara Sumber dari BNN Kota Mojokerto dan BNN Provinsi Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan antara lain:
1. Drs. Nugraha Budhi Sulistya, M.Si. (Kepala BAKESBANGPOL Kabupaten Mojokerto).
2. Ibu Pratiwi Sri Artanti Maryani, S.Sos. (BNN Provinsi Jawa Timur) selaku Nara Sumber.
3. Ibu Ane Putri Harini (BNN Provinsi Jawa Timur) selaku Nara Sumber).
4. Agus Sutanto, S.E.,M.Si. (Ketua BNN Kota Mojokerto) selaku Nara Sumber.
5. Djoko Supangkat (Sekretaris BAKESBANGPOL Kabupaten Mojokerto).
6. Iwan Widiantoro (KABID Politik BAKESBANGPOL Kabupaten Mojokerto).
7. Drs. Roul Amrulloh (KABID KASTRA BAKESBANGPOL Kabupaten Mojokerto).
8. Beberapa Staf BAKESBANGPOL Kabupaten Mojokerto.

9. Drs. H. Nur Rokhmad  (FKUB Kabupaten Mojokerto).
10. H. Mukid, S.H. (Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto).
11. Drs. HM. Yohan Abdillah, S.H.,M.Pd. (Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto).
12. Windyadi (Forum Kerukunan Umat Beragama / FKUB Jatirejo).
13. Purwanto (FKUB Mojoanyar).
14. Agus Winarno (FKUB Puri).
15. Rudi Arfia (FKUB Trawas).
16. Jazuli (FKUB Kutorejo).
17. Zaenal Yahya (PD DMI).
18. Drs. Kartiwi (Forum Pembauran Kebangsaan / FPK Kabupaten Mojokerto).
19. Bintang A Marpaung (Forum Pembauran Kebangsaan / FPK Kabupaten Mojokerto).
20. AR Rozi (FKUB Mojosari).
21. Drs. I Wayan Sujana (FKP Kabupaten Mojokerto).
22. Ayub Mattalean (FKP Kabupaten Mojokerto).
23. Haras (FKP Kabupaten Mojokerto).
24. H. Afan Faizin, M.Pd. (Kepala Desa Lebaksono) yang juga sebagai Ketua MWC NU Kecamatan Pungging).
25. Harianto (Garda Mencegah Dan Mengobati / GMDM).
26. Ally (Garda Mencegah Dan Mengobati / GMDM).
27. Yani Agus Sutanto (Relawan).
28. Nur Hasana (Relawan).
29. Ibu Desy Amalia (PD Aisyiyah).
30. Perwakilan Muslimat NU Kabupaten Mojokerto.
31. Perwakilan Fatayat NU Kabupaten Mojokerto.
32. Para Undangan.

Dengan rangkaian acara sebagai berikut:
1). Pembukaan. 2). Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
3). Do'a dipimpin oleh Drs. H. Nur Rokhmad (FKUB Kabupaten Mojokerto). 4). Sambutan, dan Penyampaian Nara Sumber.

A. Sambutan Kepala BAKESBANGPOL Kabupaten Mojokerto (Drs. NUGRAHA BUDHI SULISTYA, M.Si.) yang intinya beliau menyampaikan: "Pada kesempatan ini kita melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Kabupaten Mojokerto Tahun 2025 dalam keadaan sehat walafiat. Tema sosialisasi ini adalah Peran Aktif Organisasi Kemasyarakatan Dalam Rangka Mendukung Pemerintah Sebagai Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Wilayah Kabupaten Mojokerto. Bahwa sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang bahaya dampak serta faktor kerugian dengan maraknya penyalahgunaan Narkotika di Wilayah Kabupaten Mojokerto. Diharap peran organisasi kemasyarakatan ikut berpartisipasi di masyarakat untuk mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan Narkotika di Wilayah Kabupaten Mojokerto."

B. Penyampaian Sosialisasi P4GN oleh Nara Sumber dari Ketua BNN Kota Mojokerto (AGUS SUTANTO, S.E.,M.Si.) yang intinya beliau menyampaikan: "Indonesia darurat NARKOBA dengan letak Geografis yang terbuka, yang menyebabkan NARKOBA mudah dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia, itulah situasi darurat NARKOBA di Indonesia saat ini. P4GN adalah tentang Pencegahan, Pendayagunaan Masyarakat, Rehabilitasi dan Pemberantasan."

C. Penyampaian Sosialisasi P4GN oleh Nara Sumber dari BNN Provinsi Jawa Timur (Ibu PRATIWI SRI ARTANTI MARYANI, S.Sos.) yang intinya beliau menyampaikan: "Penggiat / Relawan Anti NARKOBA untuk berperan aktif bersama BNN Mojokerto dan turut mendukung Pemerintah dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, yang dapat bekerja secara individu ataupun kelompok, untuk membentuk Desa BERSINAR. Prinsip kerja penggiat Anti NARKOBA yaitu kerja ikhlas, kerja keras, tidak mudah menyerah, kerja cerdas, kerja berintegritas dan kerja tuntas. Fungsi penggiat / Relawan Anti NARKOBA adalah sebagai Penyuluh, Fasilitator dan Motivator. Penggiat Anti NARKOBA yaitu: 1).Membentuk penggiat Anti NARKOBA secara mandiri di lingkungan masing-masing. 2).Kampanye Anti NARKOBA melalui Media Sosial maupun Elektronik. 3).Pemanfaatan Media sebagai Media Edukasi NARKOBA. 4).Sosialisasi bahaya penyalahgunaan NARKOBA. 5).Melaporkan penyalahgunaan NARKOBA."

D. Penyampaian Sosialisasi P4GN oleh Nara Sumber dari BNN Provinsi Jawa Timur (Ibu ANE PUTRI HARINI) yang intinya beliau menyampaikan: "Bahwa NARKOBA terdiri dari berbagai bentuk, mulai dari alami, sintetis hingga semi sintetis, dan efeknya bisa sangat beragam, mulai dari merusak organ tubuh, mengganggu mental hingga menyebabkan kematian. NARKOBA diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) efek, yakni: Depresan, Halusinogen, dan Stimulan. Tidak jarang jenis Narkotika memiliki lebih dari satu efek tersebut yang menjadikannya semakin berbahaya. Kemunculan Narkotika jenis baru yang mulai beredar di Indonesia. Fenomena ini menuntut kewaspadaan ekstra khususnya dari kalangan muda dan orang tua."  

Dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab tentang peran organisasi kemasyarakatan dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di wilayah Kabupaten Mojokerto. (B.Pwk.)




Ad Placement

Peristiwa

Tokoh

Teknologi